Rabu, 01 Juni 2011

OBSTRUKSI SALURAN PERNAFASAN

Udara masuk secara berurutan melalui :
1. Lubang hidung – rongga hidung (cavum Nasi ).
2. Pharynx – faring
3. Larynx – laring
4. Trachea – trakea
5. Bronchus – bronkus
6. Bronchiole – bronchiole
7. Alveoli.
Obstruksi Saluran Nafas Atas
Penyebab :
1. Kelainan congenital hidung atau laring
· Atresia koane
· Stenosis supraglotis, glotis dan infra glotis
· Kista diktus tiroglossus
· Kista brankiogen yang besar
· Laringokel yang besar.
2. Trauma
· Ingesti kaustik
· Patah tulang wajah
· Cedera laringotrakeal.
· Intubasi lama
· Paralisis nervus laringeus rekurren bilateral.
3. Tumor
Hemangioma
Higroma kistik
Papiloma laring rekurren
Limfoma
Tumor ganas tiroid
Karsinoma sel squamous laring, faring dan esofagus.
4. Infeksi akut
· Laringotrakeitis.
· Epiglotitis
· Hipertropiatonsiler
· Angina Ludwig
· Abses para faring
5. Paralisis satu atau kedua plika vokalis
6. Pangkal lidah jatuh ke belakang pada pasien tidak sadar.
7. Lain- lain :
Benda asing
ATRESIA KOANE :
· Dapat menyumbat total atau sebagian, disatu atau dua sisi akibat kegagalan absorbsi membran bukofaringeal.
· Gejalanya, sulit bernafas dan keluar sekret hidung terus menerus.
· Diagnosis secra klinis, timbulnya sianosis pada waktu diam yang menghilang waktu menangis dan melihat sumbatan di belakang rongga hidung.
· Terapi dengan pembedahan.
STENOSIS GLOTIS ATAU WEB GLOTIS
· Pita suara terbentuk dari membran horizontal premordial yang terbelah pada garis tengah. Kegagalan pemisahan menimbulkan kelainan timbulnya web sampai atresia total glotis.
· Gejala berupa suara yang parau, pada bayi berupa suara serak dan menangis tidak keras. Derajat disfoni tergantung luasnya kelainan.
· Terapi dengan operatif atau businasi.
ANGINA LUDWIG
· Selulitis di dasar mulut dan leher akut yang invasif menyebabkan udem hebat di leher bagian atas dan menyebabkan sumbatan saluran nafas.
· Kuman penyebab biasanya streptokokus dan stapilokokus. Infeksi berasal dari lesi rongga mulut atau infeksi sekunder dari karsinoma rongga mulut.
· Diagnosis berdasarkan gejala klinis dibantu dengan biakan dan uji kepekaan kuman dari nanah.
· Terapi dengan antibiotik dan operatif untuk dekompressi
MENELAN BAHAN KAUSTIK
· Larutan asam sulfat dan hidroklorid atau basakuat seperti soda kaustik bila tertelan dapat menyebabkan terbakarnya mukosa saluran cerna.
· Diagnosis didasarkan pada riwayat menelan zat kaustik dan adanya luka bakar di sekitar dan dalam rongga mulut.
TRAUMA TRAKEA
· Trauma tumpul dapat menyebabkan kelainan hebat berupa sesak nafas akibat penekanan jalan nafas atau aspirasi darah dan empisema kutis bisa trakea robek.
· Diagnosis dengan foto rontgen dapat melihat benda asing atau trauma penyerta yang ada.
· Trauma tumpul jarang memerlukan tindakan bedah. Bila terjadi obstruksi jalan nafas dilakukan trakeotomi.
· Trauma tajam yang menyebabkan robekan trakea dilakukan trakeostomi pada bagian distal robekan kemudian robekan trakea dijahit kembali.
TRAUMA INTUBASI
· Pemasangan endotrakeal yang lama dapat menimbulkan udem laring dan trakea.
· Keadaan ini baru diketahui bila pipa dicabut karena suara pasien parau atau ada kesulitan menelan, gangguan aktifitas laring dan beberapa derajat obstruksi pernafasan
· Terapi dengan kortikostreoid dan trakeostomi bila terjadi obstruksi.
· Obstruksi Saluran Nafas Atas
KARSINOMA TIROID
· Karsinoma tiroid dapat berinvasi ke laring dan mempengaruhi jalan nafas.
· Invasi tumor dicurigai bila ada tumor tiroid yang tidak dapat digerakkan dari dasarnya disertai suara parau dan gangguan nafas.
· Foto rontgen leher terlihat distorsi laring atau bayangan massa yang menonjol ke dalam lumen laring dan trakea.
· Kadang tumor tiroid berada pada saluran nafas secara primer. Hal ini di duga oleh sisa tiroid yang berada di sub mukosa yang melapisi krikoid dan cincin trakea atas yang ditemukan pada 1 -2 % populasi.
BENDA ASING DI SALURAN NAFAS
· Dibedakan atas 2 jenis yaitu yang tembus sinar x seperti : biji kacang, kedele, kayu, duri, atau daging dan yang tidak tembus sinar x seperti logam.
· Gejala klinik tergantung jenis dan letak, ditemukan stridor dan sumbatan jalan nafas, atektasis paru dan abses.
· Tindakan : tepuk punggung, perasat Heimlich, laringoskopi.
TONSILITIS
· Tonsilitis akut adalah infeksi tonsil akut yang menimbulkan demam, lemah, nyeri tenggorok, nyeri dan gangguan menelan, dengan gejala dan tanda setempat
· Tonsilitis kronik adalah infeksi yang paling sering ditemukan diantara infeksi pada daerah faring. Keluhan dan gejalanya hampir sama dengan tonsilitis akut dan berulang kali. Pada pemeriksaan didapatkan tonsil membesar dengan banyak kripta disertai tumpukan nanah seperti keju di dalam kripta.
· Indikasi tonsilektomi :
1. Tonsil hipertropik tidak merupakan kelainan.
2. Timbul penyulit kor pulmonale akibat obstruksi kronik jalan nafas.
3. Abses faringeal atau peritonsiler.
4. Pembesaran tonsil dengan disfagia disertai penurunan berat badan.
5. Kecurigaan keganasan.
6. Pada anak dengan tonsilitis rekurren
Komplikasi Tonsilitis
· Yang paling sering ditemukan adalah perdarahan yang dapat timbul pada periode awal atau terjadi secara sekunder 5 – 8 hari setelah operasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar